BREAKING NEWS

Tidak Boleh Meremehkan Pekerjaan

Ilustrasi dua pemuda bekerja di proyek bangunan

Ada dua pemuda yang belum berpengalaman bekerja di kontraktor bangunan. Keduanya mendapat tugas berbeda. Hendra mengerjakan kusen kayu dan daun pintu; Didi mengaduk semen, pasir, dan memasang bata.

Hendra mengira tugas tukang kayu lebih ringan. Ternyata rumah yang dibangun bergaya antik dengan banyak ukiran. Meski berkali-kali diajari senior, Hendra tetap kesulitan hingga putus asa. Ia mendatangi Didi untuk bertukar tugas, Didi setuju.

Didi dilatih sebentar, lalu bekerja di bagian Hendra. Saat mandor memeriksa hasil, ia terpana karena kusen dan pintu buatan Didi rapi. “Siapa yang mengerjakan ini?” Pegawai menunjuk Didi.

Mandor penasaran mengapa Didi bisa, sementara Hendra menyerah.

“Bagi saya sederhana, Pak,” kata Didi. “Kerjakan dengan tulus, jangan meremehkan pekerjaan apa pun. Dengan begitu, saya lebih mudah paham saat diajari dan sungguh-sungguh mengerjakannya.”

Itulah rahasia Didi: tidak cepat berasumsi dan tidak meremehkan tugas. Sikap itu membawanya pada keberhasilan. Dalam hidup, berbagai tantangan sering kali adalah kesempatan untuk melangkah maju.

Kunci kita adalah menyikapi tantangan: jangan meremehkan atau merasa tidak mampu lalu menolak. Belajarlah sungguh-sungguh, kerjakan sepenuh hati. Percayalah, kerja keras tidak mengkhianati hasil.